"Asllamualaikum".Terima Kasih Sobat Telah berkunjug diBlog ini, Mohon Maaf,Karena Sebagian Besar Isi Dari Blog Ini Adalah Copas (Copy Paste) dari Berbagai sumber,(Sampaikanlah Walau Satu Ayat)
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Islami. Tampilkan semua postingan

Jangan Membuang Waktu Kebahagiaan

Kehidupan ini secara umum adalah luka dan juga bahagia. Waktu-waktu kebahagiaan itu amatlah sedikit. Oleh karena itu, tidaklah cerdas jika kita ini justru selalu membuat kesedihan atau jika kita berjalan di balik kesedihan.

Seorang istri yang cerdas adalah wanita yang selalu mencari kebahagiaan dan tidak pernah menyia-nyiakannya. Yaitu seorang wanita yang jika ia mendapatkan cinta dari suaminya, maka ia akan selalu menjaganya. Ia tidak akan mengingat-ingat selain cinta tersebut, sehingga ia tidak akan mengingat adanya perbedaan dan perselisihan di antara keduanya.

Sebagai contoh ::

Ada sebagian kaum istri yang ketika merasakan cinta dari suaminya, maka ia menganggap bahwa itu adalah kesempatan yang tepat untuk berdiskusi dengannya mengenai sebagian perbedaan atau peselisihan di antara keduanya.

Sikap seperti ini jelas tidak cerdas. Sering kali diskusi seperti lni justru akan menggiring kedua belah pihak kepada perselisihan berikutnya, lalu segala sesuatu akan berubah, setelah keduanya merasa bahagia, akhirnya rumah tangganya akan di naungi dengan kesedihan.

Maka biarlah waktu-waktu bahagia itu berjalan begitu manis sebagaimana adanya, dan tidak usah engkau keruhkan dewmgan perselisihan apapun. Janganlah engkau menjadi sebab atas setiap persoalan yang terjadi. Bahkan, seharusnya engkau bisa melupakan berbagai bentuk persoalan yang telah lalu.

Persoalan itu kalau tidak di buatpun,ia akan muncul sendiri. Kita tidak perlu mencari-cari. Bukankah di sana ada istilah (Saling Memaafkan)...?

Artinya..sebagian dari kita bisa memaafkan atau memaklumi sebagian yang lain atas kesalahan dan kekhilafannya, begitu juga sebaliknya.

Mencela atau menyalahkan setiap kali terjadi kesalahan, bukanlah sesuatu yang baik. Bahkan seringkali ia justru akan semakin menambah persoalan itu semakin buruk.

Oleh karena itu, biasakanlah dirimu untuk bisa toleran dan saling memaafkan. Jadilah engkau wanita yang lembut dan lapang dada, yang mencerminkan seorang Istri shalehah, InsyaAllah engkau akan bahagia dalam kehidupan rumah tanggamu dan meraih cinta dari suamimu karena Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin Allahhumma Aamiin.


SUMBER : Suami Sholeh dambaan sang Istri
Kehidupan ini secara umum adalah luka dan juga bahagia. Waktu-waktu kebahagiaan itu amatlah sedikit. Oleh karena itu, tidaklah cerdas jika kita ini justru selalu membuat kesedihan atau jika kita berjalan di balik kesedihan.

Seorang istri yang cerdas adalah wanita yang selalu mencari kebahagiaan dan tidak pernah menyia-nyiakannya. Yaitu seorang wanita yang jika ia mendapatkan cinta dari suaminya, maka ia akan selalu menjaganya. Ia tidak akan mengingat-ingat selain cinta tersebut, sehingga ia tidak akan mengingat adanya perbedaan dan perselisihan di antara keduanya.

Sebagai contoh ::

Ada sebagian kaum istri yang ketika merasakan cinta dari suaminya, maka ia menganggap bahwa itu adalah kesempatan yang tepat untuk berdiskusi dengannya mengenai sebagian perbedaan atau peselisihan di antara keduanya.

Sikap seperti ini jelas tidak cerdas. Sering kali diskusi seperti lni justru akan menggiring kedua belah pihak kepada perselisihan berikutnya, lalu segala sesuatu akan berubah, setelah keduanya merasa bahagia, akhirnya rumah tangganya akan di naungi dengan kesedihan.

Maka biarlah waktu-waktu bahagia itu berjalan begitu manis sebagaimana adanya, dan tidak usah engkau keruhkan dewmgan perselisihan apapun. Janganlah engkau menjadi sebab atas setiap persoalan yang terjadi. Bahkan, seharusnya engkau bisa melupakan berbagai bentuk persoalan yang telah lalu.

Persoalan itu kalau tidak di buatpun,ia akan muncul sendiri. Kita tidak perlu mencari-cari. Bukankah di sana ada istilah (Saling Memaafkan)...?

Artinya..sebagian dari kita bisa memaafkan atau memaklumi sebagian yang lain atas kesalahan dan kekhilafannya, begitu juga sebaliknya.

Mencela atau menyalahkan setiap kali terjadi kesalahan, bukanlah sesuatu yang baik. Bahkan seringkali ia justru akan semakin menambah persoalan itu semakin buruk.

Oleh karena itu, biasakanlah dirimu untuk bisa toleran dan saling memaafkan. Jadilah engkau wanita yang lembut dan lapang dada, yang mencerminkan seorang Istri shalehah, InsyaAllah engkau akan bahagia dalam kehidupan rumah tanggamu dan meraih cinta dari suamimu karena Allah subhanahu wa ta'ala. Aamiin Allahhumma Aamiin.


SUMBER : Suami Sholeh dambaan sang Istri

JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT

Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata … kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana.
Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan… begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

“Betul” jawab sang suami.

“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.

*****

Message yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Dan, Agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Sumber: Email Ust. Musyaffa AR

dari FP : IslamediaWeb

Catatan ini sangat penting bagi serang suami untuk bisa memahami betapa seorang isteri pun bekerja di rumah seharian sangatlah melelahkan.. Untuk itu jangan pernah menyakiti mereka..

SUMBER : STRAWBERRY
Suatu hari seorang suami pulang kerja dan mendapati tiga orang anaknya sedang berada di depan rumah. Semuanya bermain lumpur, dan masih memakai pakaian tidur. Berarti semenjak bangun tidur, mereka belum mandi dan belum berganti pakaian

Sang suami melangkah menuju rumah lebih jauh. Ternyata … kotak-kotak bekas bungkus makanan tersebar di mana-mana.
Kertas-kertas bungkus dan plastik bertebaran tidak karuan, dan… pintu rumah bagian depan dalam keadaan terbuka.

Begitu ia melewati pintu dan memasuki rumah… masyaAllah… kacau… berantakan. Ada lampu yang pecah, ada sajjadah yang tertempel dengan permen karet di dinding. Televisi dalam keadaan on dan dengan volume maksimal. Boneka bertebaran di mana-mana. Pakaian acak-acakan tidak karuan menyebar ke seluruh penjuru ruangan.

Dapur? Ooooh tempat cucian piring penuh dengan piring kotor. Sisa makanan pagi masih ada di atas meja makan. Pintu kulkas terbuka lebar.

Sang suami mencoba melihat lantai atas. Ia langkahi boneka-boneka yang berserakan itu. Ia injak-injak pula pakaian yang berserakan tersebut. Maksudnya adalah hendak mendapatkan istrinya, siapa tahu ada masalah serius dengannya.

Pertama sekali ia dikejutkan oleh air yang meluber dari kamar mandi, semua handuk berada di atas lantai dan basah kuyup. Sabun telah berubah menjadi buih. Tisu kamar mandi sudah tidak karuan rupa, bentuk dan tempatnya. Cermin penuh dengan coretan-coretan odol, dan… begitu ia melompat ke kamar tidur, ia dapati istrinya sedang tiduran sambil membaca komik!!!

Melihat kepanikan sang suami, sang istri memandang kepadanya dengan tersenyum. Dengan penuh keheranan sang suami bertanya, “Apa yang terjadi hari ini wahai istriku?!!”.

Sekali lagi sang istri tersenyum seraya berkata,“Bukankah setiap kali pulang kerja engkau bertanya dengan penuh ketidak puasan, ‘Apa sih yang kamu kerjakan hari ini wahai istriku?’, bukankah begitu wahai suamiku tersayang?!”

“Betul” jawab sang suami.

“Baik” kata sang istri, “Hari ini, aku tidak melakukan apa yang biasanya aku lakukan, semoga dengan begitu engkau tahu apa yang selama ini aku kerjakan”.

*****

Message yang ingin disampaikan adalah:

1. Penting sekali semua orang memahami, betapa orang lain mati-matian dalam menyelesaikan pekerjaannya, dan betapa besar pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang lain itu agar kehidupan ini tetap berimbang, berimbang antara MENGAMBIL dan MEMBERI, TAKE and GIVE.

2. Dan, Agar tidak ada yang mengira bahwa dialah satu-satunya orang yang habis-habisan dalam berkorban, menanggung derita, menghadapi kesulitan dan masalah serta menyelesaikannya.

3. Dan … jangan dikira bahwa orang-orang yang ada di sekelilingnya, yang tampaknya santai, diam, dan enak-enakan … jangan dikira bahwa mereka tidak mempunyai andil apa-apa.

4. Oleh karena itu, HARGAILAH JERIH PAYAH DAN KIPRAH ORANG LAIN dan JANGAN MELIHAT DARI SUDUT PANDANG YANG SEMPIT.

Sumber: Email Ust. Musyaffa AR

dari FP : IslamediaWeb

Catatan ini sangat penting bagi serang suami untuk bisa memahami betapa seorang isteri pun bekerja di rumah seharian sangatlah melelahkan.. Untuk itu jangan pernah menyakiti mereka..

SUMBER : STRAWBERRY